Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Friday, January 6, 2017

bom turki

Serangan teror kembali terjadi di turki. Sebuah bom meledak dan memakan 2 orang korban tewas, seperti yang lanchip.com kutip dari liputan6.
Ledakan bom terjadi di dekat gedung pengadilan di kota Izmir, Turki barat. Informasi itu dipublikasikan oleh kantor berita Anadolu yang dikelola negara.

"Dua orang tewas dalam ledakan Kamis di dekat gedung pengadilan di kota Izmir di Turki barat," demikian dilaporkan Anadolu yang dikutip dari CNN, Jumat (6/1/2017).

Seorang petugas polisi dan anggota staf gedung pengadilan dilaporkan tewas dalam serangan itu.

"Sembilan orang dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka," jelas Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim.

Menurut Gubernur Izmir, Erol Ayyildiz, polisi juga menewaskan dua penyerang. Ia pun menyalahkan militan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK atas serangan itu.

Namun, sejauh ini belum ada klaim tanggung jawab atas serangan itu.

"Pada hari Kamis 5 Januari, polisi menghentikan kendaraan yang mencurigakan di sebuah pos pemeriksaan di depan gedung pengadilan, yang menyebabkan terjadi bentrokan bersenjata antara penyerang dan pasukan keamanan," papar Ayyildiz.

"Selama bentrokan, para penyerang meledakkan sebuah bom mobil karena mereka mencoba melarikan diri," papar Ayyildiz kepada wartawan.

"Para penyerang bersenjatakan senapan Kalashnikov dan granat," imbuh Ayyildiz.

Kantor berita negara itu memberitakan, seorang polisi berusia 43 tahun yang telah bekerja di Izmir gedung pengadilan selama sembilan tahun, Fethi Sekin, melihat para penyerang dan mencegah mobil mereka mencapai pintu masuk.

Menurut Anadolu, Sekin menarik senjatanya dan mengejar para penyerang karena mereka melarikan diri dari kendaraan. Dia membunuh salah satu penyerang, namun gugur selama bentrokan itu.

Para pejabat Turki memuji aksi polisi atas tindakan mereka yang begitu tanggap.

"Polisi pemberani kami mencegah bencana," kata Yildirim.

Mengetahui peristiwa itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia mendoakan para korban meninggal.

"Berkah dari Tuhan kepada petugas polisi martir yang mencegah bencana besar dan anggota kru yang kehilangan nyawanya," ujar Erdogan melalui sebuah postingan Twitter.

Serangan Terencana?

Wakil Perdana Menteri Turki, Veysi Kaynak mengatakan kepada wartawan bahwa ada senjata yang ditemukan setelah terjadi ledakan di dekat gedung pengadilan. Diduga kuat senjata akan digunakan untuk melakukan serangan lebih besar dari yang telah direncanakan.

"Jika Anda melihat persiapan, amunisi dan senjata, Anda memahami bahwa mereka menargetkan kehancuran besar tapi itu tidak terjadi."

Menurut Kaynak, beruntung para polisi sudah terlatih dengan kondisi tersebut. Ia pun menduga dalang serangan itu adalah militan PKK atau ISIS.

Anadolu juga melaporkan, polisi menjinakkan sebuah mobil mencurigakan yang diyakini milik para penyerang dalam ledakan terkontrol.

Pencarian Tersangka

Anadolu melaporkan dua penyerang diduga tewas, namun diduga kuat ada orang ketiga.

"Mungkin ada atau juga tidak, tetapi berdasar kemungkinan itu kita akan mencarinya. Jika masih ada satu orang yang kabur, maka ia akan ditangkap," kata Ayyildiz.

Menurut Anadolu, tak lama kemudian polisi menahan dua orang yang diduga kuat terkait serangan di Izmir. Namun belum diketahui pasti apakah keduanya tersangka.

"Kami tidak akan pernah menyerah dan membiarkan teror menakuti orang-orang kami, mengintimidasi negara dan mempolarisasi masyarakat," posting Presiden Erdogan di tengah serentetan serangan di Turki, melalui akun Twitter miliknya.

Kedutaan Besar AS di Turki mengutuk serangan itu dan bersumpah untuk bekerja sama dengan orang-orang Turki memerangi teror tersebut. "Sorry for your loss," ungkap kedutaan di Twitter.
Continue reading

Friday, December 30, 2016

gempa

Gempa berkekuatan 6,6 SR baru saja terjadi di NTT, bahkan getarannya terasa sampai ke Bali, seperti yang lanchip.com kutip dari liputan6.
Gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang Sumba Barat, NTT. Gempa yang terjadi pukul 05.30 WIB berkedalaman 91 Km itu terletak di koordinat 9.37 Lintang Selatan dan 118.63 Bujur Timur.

Gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Sumber gempa NTT berasal dari subduksi pertemuan lempeng Hindia Australia dan Eurasia.

"Posko BNPB telah mengonfirmasi dampak gempa. Gempa dirasakan sedang hingga kuat di Kota Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok, Praya, Kota Mataram hingga Bali," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Jumat (30/12/2016).

Intensitas dan lama gempa dirasakan warga selama sekitar lima menit di Sumba Barat Daya. Masyarakat sempat panik dan belum ada laporan dampak gempa. Selain itu, lindu juga dirasakan cukup kuat di Sumba Barat selama 5 detik. Namun, belum ada laporan banguan terdampak gempa.

"Dirasakan cukup kuat di Sumbawa Barat selama sekitar 3 detik. Di Kota Mataram gempa terasa selama sekitar 5 detik. Sedangkan di Kabupaten Dompu, NTB, gempa terasa selama 5 detik. Begitu pun di sebagian besar wilayah Bali, gempa terasa selama sekitar 5 detik. Masyarakat ke luar rumah," jelas Sutopo.

Dia menambahkan, aparat dan masyarakat yang sedang melakukan penanganan darurat pasca banjir di Kota Bima juga merasakan guncangan cukup keras dan berhamburan ke luar bangunan. Pasien di keluarkan dari bangunan.

Berdasarkan analisis BMKG dari peta, gempa dirasakan di Kuta Bali II SIG-BMKG (3 MMI), Gianyar II SIG-BMKG (3 MMI), Mataram II SIG-BMKG (3 MMI). Artinya intensitasnya ringan hingga sedang.

"Dengan kondisi seperti ini bangunan masih kuat menahan gempa. Jikapun ada kerusakan tidak rusak berat. Umumnya bangunan akan roboh dan rusak berat jika merasakan gempa dengan intensitas gempa dirasakan V-VII MMI," ucap Sutopo.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan. BPBD masih terus melakukan pemantauan. Info mutakhir akan disampaikan segera jika ada laporan dari lapangan.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Respon terbaik saat merasakan gempa adalah keluar rumah atau bangunan secepatnya dan berkumpul di tempat yang aman," ujar Sutopo.
Continue reading

habib rizieq

Mulutmu harimau mu, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk Habieb Rizieq yang sekarang perkaranya sedang di proses karena di tuding menistakan agama, seperti yang lanchip.com kutip dari liputan6.
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, perkara dugaan penistaan agama dengan terlapor Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab masih tahap penyelidikan oleh Polda Metro Jaya.

"Perkembangannya, sampai sekarang masih lidik," kata Tito usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Kamis 29 Desember 2016.

Menurut Tito, penyelidikan itu menegaskan, kasus yang dilaporkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tetap akan diproses sesuai aturan yang ada.

"Kasusnya tetap kita proses seperti yang lain," ujar Tito Karnavian.

Ketua Umum PP PMKRI Angelius Wake Kako mengatakan, pelaporan dilakukan terkait isi ceramah Rizieq Shihab di Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 25 Desember 2016 dianggap menistakan agama. Pernyataan itu pun dianggap melukai hati pemeluk agama tertentu.

"Beliau menyatakan bahwa kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa? Dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaah terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut," ujar Angelius di Mapolda Metro Jaya, Senin 26 Desember 2016.

Rizieq Shihab menyebut, laporan itu salah alamat. Pernyataan ini dilontarkannya dalam konferensi pers menjelang Tabligh Akbar Aksi Bela Islam dan Safari 212 di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu 28 Desember 2016.

"Saya pikir tiap warga negara boleh-boleh saja melaporkan mana-mana saja yang dianggap melanggar hukum di negeri ini. Menurut saya, sebagai pribadi yang dilaporkan, saya nilai ini laporan salah alamat," kata dia.

Menurut Rizieq Shihab, yang menjadi pokok persoalan terkait laporan itu adalah dogma masing-masing agama. Sebab, Islam memiliki doktrin ajaran Tuhan tidak beranak, sementara umat Kristen punya doktrin Trinitas.
Continue reading